Penjadualan Tugas Melalui Linux Menggunakan atd
Bila kita bekerja sebagai sistem administrator, sering kali kita dihadapkan pada tugas-tugas rutin yang harus kita lakukan, sebenarnya tidak hanya seorang sistem administrator, namun sebagai orang awam yang ingin membuat sebuah jadwal melalui komputer, maka kita bisa menggunakan aplikasi penjadualan yang ada pada linux. Pada kesempatan kali ini aplikasi penjadualan yang akan dibahas adalah atd.
Fasilitas ini digunakan untuk menjalankan program-program non-interaktif yang kadang-kadang harus kita lakukan dan tidak terjadual secara rutin. Untuk penjadualan secara rutin biasanya kita menggunakan fasilitas lainnya dari linux yang disebut cron.
Mari memahami fasilitas at secara lebih detail melalui pengenalan bentuk-bentuk perintahnya.
Untuk memeriksa apakah fasilitas ini sudah berjalan atau belum, buka terminal dan lakukan perintah:
#service atd status
atau
#ps auxf | grep atd
atau
#/etc/init.d/atd status
Sekarang kita akan mencoba membuat penjadualan dengan at, ada beberapa format penjadualan at, berikut diantaranya:
=> format 1
#at (waktu tampil at-nya)
#at> (isikan perintah yg mau ditampilkan, misal: echo "Hula2" |wall)
#at> (ketikan CTRL + D bila perintah telah selesai dibuat, ini berfungsi untuk mengeksekusi semua perintah at yang telah dibuat)
contoh :
#at 13:34
#at> wall “Selamat Datang”
#at>(klik CTRL + D)
maka pesan Selamat Datang akan muncul pada pukul 13:34 di terminal.
=> format ke-2
#at now + (menit yang ke-? Akan ditampilkan dari sekarang) minutes
#at> (isikan perintah yg mau ditampilkan)
#at>(ketikan CTRL + D)
contoh :
#at now +1 minutes
#at> wall “Percobaan sukses”
#at>(ketikan CTRL + D)
maka pesan “Percobaan Sukses” akan tampil 1 menit dari waktu saat ini di terminal.
Untuk Format minutes dapat diganti dengan:
- hours, untuk jam
- days, untuk hari
- weeks, untuk minggu
- months, untuk bulan
- years, untuk tahun
- midnight, untuk tengah malam
- noon, untuk siang hari
- teatime, untuk sore hari hari jam 4
cara menggunakannya hanya tinggal mengganti syntax mniutes menjadi pilihan syntax yang ada di atas, sesuai kebutuhan penjadualan yang ingin kita buat.
=> format ke-3
#at -t YYYYMMDDhhmm
#at>(isikan perintah yg mau ditampilkan)
#at>(ketikan CTRL + D)
maksud dari YYYYMMDDhhmm adalah : Y untuk tahun, M untuk bulan, D untuk tanggal, h untuk jam, dan m untuk menit.
contoh :
#at -t 201108021354
#at> wall “Uuuuuh, panaaassss”
#at>(ketikan CTRL + D)
maka pesan “Uuuuuh, panaaassss” akan tampil pada tahun 2011 bulan 08 tanggal 02 pada pukul 13.54.
Oia, apabila kita ingin melihat daftar at yang kita buat, kita bisa ketikan at -l, atau atq. Sedangkan jika kita ingin menghapus daftar at yang kita buat, maka ketikan atrm pada terminal.
Sekarang, saya akan membuat sebuah penjadualan back up data. Dalam contoh kali ini saya akan mem-back up data dari /etc ke /opt. Kita akan menggunakan format ke-3, caranya adalah dengan mengisikan syntax:
#at -t 201108021409
#at> wall "Back Up start"
#at> cp -r /etc /opt
#at> tar -czvf /opt/backup.tar.gz /opt/etc
#at> rm -rf /opt/etc
#at> wall "Back Up finish"
#at> CTRL +D
maksud dari syntax di atas adalah, program back up data ini akan dilakukan pada tahun 2011 bulan 08 tanggal 02 pukul 14.09. Syntax wall “Back Up start” bertujuan untuk memunculkan pesan “Back Up Start” pada saat kita menjalankan program backup ini. Baris ke-3 bertujuan untuk meng-copy direktori /etc ke direktori /opt, syntax cp merupakan syntac untuk meng-copy-nya, tanpa syntax ini direktori /etc tidak akan bisa di copy ke direktori /opt, -r adalah option dari syntax cp yang digunakan untuk meng-copy direktori, jika kita ingin meng-copy file, tidak usah kita ketikan option -r, cukup dengan syntax cp.
Baris ke-4 bertujuan untuk meng-compress direktori /opt/etc dengan nama backup.tar.gz. Kemudian baris ke-5 berfungsi untuk menghapus direktori /opt/etc, karena direktori ini telah kita kompres menjadi backup.tar.gz, maksudnya adalah agar tidak ada dua direktori atau file yang sama di direktori /opt (tentu saja, karena direktori /opt/etc sudah di compress menjadi backup.tar.gz, pastinya direktori /opt/etc ada di dalam file backup.tar.gz, sehingga kita tidak perlu lagi direktori /opt/etc). Baris ke-6 bertujuan untuk memunculkan pesan “Back Up finish” ketika program telah selesai dilaksanakan.
Dan CTRL + D bertujuan untuk mengeksekusi perintah-perinath at yang tadi kita buat.
Sekarang, jika kita ingin membatasi akses user yang tidak bisa melakukan penjadualan menggunakan fasilitas at adalah dengan cara ketikan syntax di bawah ini pada terminal:
#vim /etc/at.deny
(masukan nama user yang tidak kita ijinkan untuk menggunakan fasilitas at)
lalu save dengan mengklik Esc dan ketik :(titik dua)wq
Kemudian masuklah sebagai user tersebut, dan gunakanlah program at. Jika tidak bisa, maka berarti kita telah berhasil melakukan pembatasan akses pada user yang tidak kita ijinkan menggunakan fasilitas at.


07.21
Bani Sabili Zulkarnain
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar