Kamis, 15 Desember 2011

Install GIMP di Ubuntu via Terminal


Okkeeyyhh guuuyyysss, kembali lagih di blog yang sama n site yg sama, yupz, ngoprekenak.blogspot.com..
Hihihihihi
#promosiii selaluuu



Nah, kali ini saya akan ngeshare cara untuk nginstall GIMP di Ubuntu via console..
Dah pada tau kan GIMP apaan??

Yupz, that's right, GIMP adalah software open source untuk editing foto, yaaaaaahh kayak photoshop lah yah..

Yah, daripada nunggu lama2, langsung ajah ke Teeee Kaaa Pe..
#ngeeeeeeeng



1. Pertama, pastiin kalo kompi kita sudah konek ke internet,
2. Buka console dengan cara klik menu Application, kemudian Accesories, dan pilih dehh Terminal
3. Abis itu pada console kita ketikan sudo apt-get install gimp
4. ketik Y atau Yes ketika ada option yang mengharuskan kita mengetik kata tersebut, n kompi bakal nginstall sampe komplit..
Udah dehh rebes, eh beres kamsudnya..

Gampang kan??
#hohohoho



Selamat mencoba aganz2 semuaaa..


Selasa, 13 September 2011

System Log di Linux


Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya ketika ngoprek System Log di Centos 5.5. Nah, pasti penasaran kan sama System Log, Pasti di benak kamu berlarian pertanyaan, "Apaan sehh System Log ituh?? Emang fungsinya apaaaa??"

Sloooooowwww, here we go, kita belajar bareng2.. Seperti kata Group Band Kotak, "Pelan-pelaaaaaaan saajaaaaa"
:D

What's that System Log in Linux??
Jika kita bekerja sebagai seorang System Administration di suatu perusahaan, pastinya kita mempunyai tanggung jawab untuk mengamankan informasi-informasi penting di suatu perusahaan. Juga menjadi tanggung jawab kita dalam menjaga system komputasi di perusahaan tersebut dari segala error yang terjadi. Nah, everybody, let's me introduce u the System which could handle that problems, here it is, give a big applause for our System, "Syyyyyyysssteeem Looooooggg"..
#penonton pun bersorak, huuuuuuuu

Nah, lebih dalem lagi tentang fungsi dan kegunaan System Log adalah, ketika terjadi eror dalam system komputer di server atau client, maka kita dapat menggunakan layanan ini. Kita juga dapat mengetahui penyusup yang masuk ke dalam server atau client dengan menggunakan layanan ini sehingga kita dapat meminimalisir pencurian data atau infromasi di perusahaan. Sangat fungsional kan??
:D

Lokasi File-File Log
Hampir sebagian besar file-file log dalam sistem linux tersimpan di folder /var/log. Cara paling mudah untuk mengerti adalah Learning by doing, so kalo untuk lokasinya kamu bisa liat sendiri yaaa..

Nah, sekarang mari kita langsung pada implementasi-nya aja yuuukk..

coba buka terminal dengan cara:
klik Application >> Accesories >> Terminal

Lalu ketik: tail -f /var/log/messages, maka akan muncul informasi-informasi service dan system di komputer kita. Atau bisa melalui GUI, dengan cara klik System >> Administration >> System Log.


Hasil yang muncul menggunakan terminal

Hasil yang muncul jika melalui GUI

Beberapa keterangan yang ditampilkan adalah diantaranya date, nama komputer tempat kita menjalankan system atau service, dan informasi-informasi seputar system dan service yang dijalankan tersebut. Sangat mudah kan??
:D

Kemudian, bila server yang sedang kita kelola mengalami penyerangan sehingga komputer X dapat menyusup ke dalam server, cara paling ampuh untuk kita dapat mengetahui siapakah komputer X tersebut adalah dengan melihatnya di file: /var/log/secure

Untuk melihatnya dapat menggunakan terminal atau melalui GUI. Bila melalui terminal, cara masuknya sama seperti di atas, ketika terminal sudah muncul, maka ketikan:
tail -f /var/log/secure


Hasil yang muncul melalui Terminal

Dan akan kita dapatkan alamat IP dari komputer yang menyusup ke dalam server kita, sehingga kita dapat melakukan tindakan-tindakan kepada si pengguna komputer tersebut, dapat melacak keberadaannya.

Jika kamu adalah orang yang lebih suka melalui grafis, maka caranya juga mudah. Ketik System >> Administration >> Lalu System Log >> Secure
Maka akan tampil sama seperti melalui terminal.

Hasil yang muncul melalui GUI

Konfigurasi Syslog

Ok, sekarang saya akan memberikan contoh penerapan dari System Log ini secara real berdasarkan apa yang pernah saya lakukan.

Contoh kasusnya adalah, saya diminta untuk mengamankan client komputer di tempat saya kuliah. Bentuk pengamanannya berupa pengidentifikasian penyusup yang masuk ke dalam komputer tersebut. Harus kita tahu bahwa seorang penyusup yang cerdas adalah penyusup yang menyusup tanpa meninggalkan jejak keberadaannya, sehingga kita tidak tahu bahwa tempat kita sudah dijebol oleh penyusup. Nah, kalau saya menjadi penyusup tersebut, maka setelah saya berhasil masuk ke dalam komputer yang ingin saya curi datanya, maka saya akan menghapus beberapa baris pada file security yang berada di /var/log/secure, dengan begitu ketika seorang Admin tengah mengecek server, jejak2 keberadaan saya akan terhapus sama sekali, dan saya berhasil mengelabui Admin server tersebut.

Dengan logika tersebut, saya merancang jebakan pada komputer client dan server agar ketika penyusup mencoba masuk ke dalam komputer client, file security di komputer client dapat ter-backup di server tanpa diketahui oleh si penyusup. Simple kan logika-nya?
:D

Nah, langsung aja kita praktekin.

Pertama, kita harus melakukan konfigurasi pada file syslog.conf yang berada di /etc/syslog.conf, file ini berisi konfigurasi syslog kita. Hal-hal yang berkaitan dengan syslog, dapat kita atur disini.

Sebelumnya, harus diketahui, dalam contoh kasus ini saya menggunakan komputer client dengan alamat IP 192.168.5.15, dan alamat IP server 192.168.5.14

Ok, sekarang kita masuk ke file syslog.conf dengan cara :
vim /etc/syslog.conf

maka akan muncul:

# Log all kernel messages to the console. # Logging much else clutters up the screen. #kern.* /dev/console # Log anything (except mail) of level info or higher. # Don't log private authentication messages!
*.info;mail.none;authpriv.none;cron.none /var/log/messages

# The authpriv file has restricted access.
authpriv.* /var/log/secure

# Log all the mail messages in one place.
mail.* -/var/log/maillog


# Log cron stuff
cron.* /var/log/cron

# Everybody gets emergency messages
*.emerg *

# Save news errors of level crit and higher in a special file.
uucp,news.crit /var/log/spooler

# Save boot messages also to boot.log
local7.* /var/log/boot.log

atau seperti yang di gambar:

Isi dari file syslog.conf

Ket:
  1. *.info;mail.none;authpriv.none;cron.none /var/log/messages, adalah lokasi dimana informasi tentang e-mail, cron, dan yang berkaitan dengan system serta service akan ditampilkan. Bisa saja kita atur agak tidak ditampilkan pada file tersebut, dengan mengganti file direktorinya.
  2. authpriv.* /var/log/secure, nah ini merupakan kelanjutan dari baris di atas. Fungsi dari baris ini juga untuk menentukan lokasi informasi tentang penyusup ditampilkan. Kita juga dapat mengganti lokasi file-nya bila kita mau. Caranya sama seperti di atas.
Dan baris2 selanjutnya juga memiliki keterangan yang sama, yakni sebagai lokasi dari tampilan file2 yang disebutkan. Bila kita tidak mau memunculkan informasi-informasi tersebut, tinggal kita kasih tanda "#" saja pada setiap awal baris, maka informasi-informasi pun tidak akan muncul di file-file yang sudah di alokasikan tersebut.

Nah, sekarang karena saya mau mengamankan data di komputer client, pada file syslog.conf kita tambahkan baris:
authpriv.* 192.168.5.14 authpriv.* @begin

setelah baris:
authpriv.* /var/log/secure

Apa fungsinya?
baris authpriv.* 192.168.5.14 berfungsi sebagai penentuan alamat IP yang kita tuju, atau komputer mana yang kita tuju. sedangkan baris authpriv.* @begin merupakan hostname dari komputer client tersebut. Saya menggunakan hostname begin untuk hostname di client dan server.

Kemudian, kita masuk ke dalam file syslog yang terdapat di /etc/sysconfig/syslog dengan cara:
vim /etc/sysconfig/syslog

maka akan muncul:
# Options to syslogd # -m 0 disables 'MARK' messages. # -r enables logging from remote machines # -x disables DNS lookups on messages recieved with -r # See syslogd(8) for more details
SYSLOGD_OPTIONS="-m 0"
# Options to klogd # -2 prints all kernel oops messages twice; once for klogd to decode, and # once for processing with 'ksymoops' # -x disables all klogd processing of oops messages entirely # See klogd(8) for more details
KLOGD_OPTIONS="-x"
#
SYSLOG_UMASK=077
# set this to a umask value to use for all log files as in umask(1). # By default, all permissions are removed for "group" and "other".

atau pada gambar:


tambahkan "-r" pada bagian "-m 0" pada baris SYSLOGD_OPTIONS="-m 0" sehingga menjadi SYSLOGD_OPTIONS="-m 0 -r", lalu save dengan mengetikkan titik dua wq (:wq). Lalu ketikan service syslog restart

Kemudian, kita beri hostname-nya. Ketikan hostname begin lalu enter, maka hostname telah terbentuk. Kemudian tambahkan 192.168.5.14 begin pada file yang berada di /etc/hosts dengan cara:
vim /etc/hosts , kemudian save.

seperti ditampilkan pada gambar:


Uji dengan melakukan koneksifitas antara komputer client dengan komputer server, caranya ketik ping (alamat IP server).
ping 192.168.5.14

Jika terhubung maka konfigurasi sudah mendekati berhasil.
:D

Sekarang tugas kita tinggal memberikan hostname pada server sesuai dengan hostname yang kita berikan di client, caranya hanya dengan mengetikan hostname begin di komputer server. Mudah kan??
:D

Jika sudah, masih pada komputer server, silahkan uji apakah pengamanan ini sudah berhasil atau belum, dengan cara: gunkanlah komputer yang lain untuk menyusup ke komputer client, dengan mengetikkan ssh 192.168.5.15, kemudian pada komputer server, buka file security di /var/log/secure. Bila konfigurasi kita berhasil, maka tidak hanya di client, namun di server pun akan tampil alamat IP penyusup yang masuk ke komputer client kita. Selesai deh.
:D

Silahkan mencoba!!
^^d

Kamis, 18 Agustus 2011

Open Source Basis yg Merubah Dunia


Open Source, Basis yg Merubah Dunia

Ihihihihihihi, sebenernya gue paling males kalo nulis tentang yg satu ini, boseeeeenn. Actually c kesel juga, yaiyyalah, gara2 yang satu ini nih akhirnya gue meninggalkan Windows yang sering gue pake di kompi lama gue, n hijrah ke operating system yang berbasis Open Source (Disini gue pake Linux). HuhuhuhuhuYaaaa tapi gak apa2 laahh, coz setelah gue ta'arufan sama si Open Source, gue jadi ngerti tentang satu hal, "ANTI PEMBAJAKAN". Ngerti gak maksud gw sodara2?? #penonton pun cengo n ngasih tampang oneng
:v

Okeh2, i'll describe to you about Open Source as i can. Open Source itu kalo berdasarkan makna kan berarti:

Open=Buka

Source=Sumber

Jadi, kalo di gabung maknanya jadi ==> Buka Sumber kan?? Nah, dalam dunia per-IT-an, ada dua pendekar yang sangat mungpuni n sakti mandraguna, hohohohoho (#belagak kayak dalang), dikenal dengan pendekar Close Source (digawangi oleh Microsoft Corporation, Aple, Oracle, dll) n disisi lain ada Open Source (dipentoli sama Red Hat Corp, Ubuntu co, bang Linus Torvald, mbah Google, dll), dua2nya kontradiktif satu sama lain..Open Source yang menyerukan agar semua software, OS, dan apapun berbasis IT, harus FREE, karena pada dasarnya pengetahuan tentang IT adalah milik khalayak banyak, bukan perorangan. Tapi disi lain, Close Source membatasi kebebasan tersebut dengan menjadikan embel2 licensi sebagai dasar untuk mengambil keuntungan yang beeuuuuhhh, gila2an (ex: untuk satu kali nginstal OS Windows, kita harus bayar 2jt ke Microsoft, kalo nginstal ulang, bayar lagi 2jt, lah ngajakin miskin kan ituh namanya).

:v

Nah, makanya para dedengkot Open Source kayak Bang Linus Torvald, Blake Ross, Lary n Sergey, bang Mamun, Aep, Mumun (upz, ini mah tukang jualan kangkung di rumah gue, maap2 :D ), mereka bergegas membuat Os, software, n bermacam2 temuan di bidang IT yg FREE (free bukan berarti gratis yaah, tapi mudah untuk di akses, n jangkauan harganya pun kalo misalkan bayar, paling gak lebih dari ceban). Tuh, ekonomis tapi kualitatif banget kan? iyyalaaaahh..

Nih, apalagi buat para aktifis dakwah (termasuk juga para muslimin yg ngaku hidupnye udeh lempeng), disaat kita mengganyang slogan ANTI KORUPSI, SAY NO TO PEMBAJAKAN, n macem2 seruan lainnya, ternyata kita sendiri malah jadi opnum yg paling parah melakukan modus operandi pembajakan. Buktinya, komputer yg ente2 pade pake dirumah pasti kebanyakan berbasis Windows, ya kan?? Lah, udah bayar 2jt belom ke bang Bill Gate (Nyang Bikin OS Windows n direktur Microsoft Corp), dah bayar lisenci buat ADOBE Photoshop yg ente pake gak di kompi ente?? terus bayar lisensi Auto CAD yg ente install di komputerr elu2 pada, udah??Coba itung tuh, udah abis berapa coba buat bayar segitu doang.

Kalo satu OS harganya dua juta, n masing2 aplikasi juga 2 juta, beuuuuhhh, kudu berapa yang ente bayar tiap nginstal, ngupdate, n nginstall ulang?#para penonton mulai tambah cengo sambil nelen ludah dalem2So, masih mao dengan Pendekar Close Source?? Dengan embel2 uang berhamburan masuk ke kantong dedengkot2nya? Padahal itu uang punya kita, n lebih layak kita pake untuk hal yg lain (misalkan zakat). Masih mau memiskinkan diri sendiri dengan ilmu yang kita sulit untuk mengaksesnya??Ya kalo masih mau mah gak apa2. Tapi kalo gue, idih, ogah dahh..
:p

Okeeyyhh, sedikit dulu perkenalan tentang Om Open Source-nya. In the next time, i will describe to you deeper about Open Source n ofcourse about Linux (The Wonderfull Operating System), bi idznillah..

See yow..

:v



Selasa, 16 Agustus 2011

Menggunakan Anacron




Hello guys, ketemu lagi disini. Tempat kita bisa share our knowledge about Linux. Hari ini saya masih akan membahas tentang penjadualan di linux, ternyata banyak kan format penjadualan di linux?? Rruuaaarrrr biassaaaaaa...


Okeh, in this step, saya akan membahas tentang Anacron. Hampir mirip dengan cront, tapi memiliki keunggulannya sendiri.


Jika kita menggunakan cron, maka ketika komputer kita mati, tugas yang telah dijadwal tersebut tidak akan di jalnkan, sehingga ini akan membuat kita menjadi rugi atau harus bekerja dua kali. Nah, dengan menggunakan anacron, kita bisa mengantisipasi hal tersebut, karena aplikasi anacron ini dapat menjalankan job atau tugas yang telah dijadwalkan meskipun komputer mati, yaitu segera setelah komputer menyala.


Nah gan, beberapa prinsip kerja anacron, yakni:


  1. Anacron melihat “times tamps” atau tanda waktu yang dimiliki oleh job (tugas yg telah dijadwalkan) di bawah direktori /var/spool/anacron.

  2. Jika sesuai dengan time stamps ada job yang terjadwal, anacron akan menjalankannya.

  3. Anacron mengupdate time stamps untuk job tersebut.


Tambahan lagih, setiap jadwal yang terdapat di anacron terdiri dari 5 kolom, yaitu:

  • Kolom pertama menandakan periode dalam hari: 1 artinya setiap hari, 7 setiap 7 hari (seminggu), dan 30 setiap 30 hari (bulan tertentu).

  • Kolom kedua menandakan delay (lama waktu dalam menit) kapan suatu job dijalankan. Misalkan 5, berarti anacron akan menjalankan job 5 menit setelah start.

  • Kolom ketiga berisi identifikasi yang digunakan anacron (time stamps dan pesan)

  • Kolom keempat atau terakhir berisi daftar perintah yang akan dijalnkan.


Perlu kamu ketahui, bahwa anacron hanya pelengkap (add-on) bagi cron, bukan pengganti. Anacron tidak dapat mengeksekusi setiap menit atau setiap jam dari job-job yang telah dijadwalkan. Anacron juga tidak dijalankan oleh user-user yang berbeda, hanya root yang diperbolehkan.


Naaah, sekarang langsung aja kita prakrikin.


Saya hanya akan memberikan satu kali workshop, so siapin mata n konsentrasi kamu yawh. Lets try.


Saya akan melakukan penjadualan back up data direktori /etc ke direktori /home dengan nama backup.anacrontab.tar.bz2 5 menit setelah komputer menyala. Caranya dengan mengetikan:

:

$sudo su -


kemudian ketikan:

# vim.tiny /etc/anacrontab

lalu isikan dengan:

1 5 tar -cjvf /home/backup.anacrontab.tar.bz2 /etc

terus save dehh dengan cara tekan Esc terus ketik :wq

And taraaaa.. Silahkan kamu restart kompi kamu dan 5 menit setelah kompi kamu nyala maka ancron akan menjalankan tugas tadi.


Simple kan??

Youuumaaaann.. So lets try..

Wadepooooww

:D



Menggunakan Aplikasi Cron di Ubuntu 10.10




Okeeyyh, sekarang kita akan membahas penjadualan selanjutnya di linux, kali ini saya akan menggunakan Ubuntu 10.10 (karena saya suka tampilan Ubuntu ajah, hehehe) :D


Kalau sebelumnya penjadualan yang kita gunakan adalah at, sekarang kita akan bermain-main dengan panjadualan yang bisa digunakan secara continue dan efektif untuk dijalankan dalam melakukan tugas2 sebagai seorang System Administrator. Langsung ajah, lets try..


Apa Itu Cron??

Cron adalah aplikasi penjadualan yang setiap menit mampu memeriksa serta menjalankan perintah-perintah yang kita berikan. Cron sering kali digunakan oleh para System Administrator untuk melakukan tugas Back-up data, atau untuk melakukan tugas2 yang berkaitan dengan berjalannya system jaringan dalam komputer tersebut.


Daftar2 perintah Cron terletak di spool (yaitu di /var/spool/cron/). Jadi, kalo terjadi some trouble tentang penjadualan yang ada di komputer linux kita, bisa kamu kotak-katik di direktori di atas.

Okeh, cukup untuk teorinya, sekarang kita coba untuk praktek secara real.


Buka terminal Ubuntu kamu dengan cara klik Applications > accessories > terminal

Maka akan muncul tampilan:


kemudian kita cek apakah aplikasi Cron telah berjalan atau belum dengan cara:

(kalo di Ubuntu):

$sudo service cron status

atau

$sudo /etc/init.d/cron status

Jika kita capek harus mengetikan sudo terus menerus, maka kita bisa bisa ganti user menjadi root dengan mengetikan:

$sudo su -


lalu kamu sudah masuk sebagai user root.


Jika kamu mau mengecek status cron dengan menggunakan Centos atau distro turunan Red Hat, silahkan ketik:

#service crond status


Okeh, kalo sudah running, berarti tidak perlu kita start lagi aplikasi cron-nya, tapi kalo masih stop, maka kita nyalakan dengan syntax :

untuk ubuntu: service cron start

untuk Centos, Fedora, or Distro turunan Red Hat yang lain: service crond start


Sekarang, kita akan memulai menuliskan perintah penjadualan menggunakan cron. Caranya adalah dengan menjalankan perintah crontab. Ada tiga opsi dalam menjalankan perintah crontab, there are:

$ crontab -e => untuk mengedit atau membuat daftar tugas baru

$ crontab -l => menampilkan daftar tugas yg telah ada

$ crontab -r => untuk menghapus daftar tugas yang ada


Di dalam crontab, terdapat sistematika penulisan perintah, yakni:

(menit) (jam) (tanggal) (bulan) (hari) (perintah)


Oia, jika kita menggunakan Ubuntu, maka kita harus melakukan pengaturan editor yang akan kita gunakan, apakah mau menggunakan nano, atau vim.tiny, atau menggunakan gedit. Caranya adalah dengan mengetikan (saat ini saya menggunakan vim.tiny):

#export EDITOR=vim.tiny

Okeh, mari kita mulai membuat penjadualan Back Up data dari direktori /etc ke direktori /opt setiap hari pada jam 14:35.

Caranya adalah dengan mengetikan:

#crontab -e

35 14 * * * tar -czvf /opt/backup.tar.gz /etc

kemudian save dengan menekan tombol Esc > :wq


Nah, satu penjadualan berhasil kita buat. Kamu tau gak maksud dari syntax di atas??

jawab yang baca,”Nggaaaaaaaaaaakk”, sambil ngasih tampang polos.


Gubrags, okeh2, That's no problem guyss. I'll describe it for u all. Baik kan akuu?? ^^
#dihajar massa, gedumplang

:-|


angka 35 adalah untuk format menit, 14 adalah untuk jam, * setelah angka 14 berarti penjadualan ini dilakukan setiap tanggal, * yang selanjutnya mewakili bulan artinya dilaksanakan setiap bulan, * selanjutnya mewakili hari artinya adalah penjadualan ini dilakukan setiap hari (coba liat format crontab yang sudah saya tulis di atas).


Nah, pada pukul 14:35, kompi kamu akan melakukan back up data dari direktori /etc ke direktori /opt dengan nama file backup.tar.gz


Butuh yang lebih menarik lagih?? Okeeehh, mari kita membuat penjadualan untuk mengecek koneksi jaringan ke komputer server yang kita miliki setiap 5 menit sekali dari jam 8 sampai jam 16 kemudian kita masukan hasilnya ke /var/log/koneksi.log. Caranya adalah seperti biasa, ketikan syntax:

#crontab -e

*/5 8-16 * * * ping -c3 192.168.5.1 >> /var/log/koneksi.log

kemudian save dengan mengetik Esc > :wq

N finish, 5 menit dari sekarang buka file /var/log/koneksi.log dengan cara vim.tiny /var/log/koneksi.log, maka kamu akan melihat tampilan dari hasil ping tadi.


Masih mau nyoba yang lebih asik lagih?? Okeh, lets practice another one. Sekarang saya akan membuat penjadualan untuk mendownload pada jam 11 malam di direktori /home/, sebelumnya tentukan terlebih dahulu link yang akan kita masukan, misal: http://www.kambingui.ac.id/ubuntu.iso

Caranya adalah dengan mengetik:

#crontab -e

0 23 * * * wget -c http://www.kambingui.ac.id/ubuntu.iso -o /home/bili/ubuntu.iso

kemudian save dengan mengetik Esc > :wq

Maka setiap jam 11 malam kamu akan mendownload ubuntu.iso yang di simpan di direktori /home/

Oia, kalau kamu mau menghapus semua penjadualan tadi, kamu tinggal ketikan:

crontab -r, maka daftar penjadualan pun akan terhapus.

Okeh, that's it for today. Mudah-mudahan ilmu yang saya share ini bisa bermanfaat buat kamu-kamu semua. Dan terakhir, “Jangan pernah takut untuk mencoba, jika kamu gagal, coba lagi dan coba lagi”.

Wadepooooowww
^^



Senin, 08 Agustus 2011

Komunikasi Data




PENGERTIAN KOMUNIKASI DATA

1. Komunikasi data adalah transmisi atau proses pengiriman dan penerimaan data dari dua atau lebih device (sumber), melalui beberapa media. Media tersebut dapat berupa kabel koaksial, fiber optic (serat optic) , microware dan sebagainya.
2. Komunikasi data merupakan gabungan dari beberapa teknik pengolahan data. Dimana telekomunikasi yang dapat diartikan segala kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran informasi dari titik ke titik lain. Sedangkan pengolahan data adalah segala kegiatan yag berhubungan dengan pengolahan.

Sebuah model Komunikasi
1. Source (sumber/yang menghasilkan data)
menghasilkan data yang akan dikirim
2. Transmitter
Mengubah data menjadi sinyal yang bisa dikirimkan (Digital to Analog)
3. Transmission System
Menyalurkan/pembawa data / tempat jalannya data yang dilaluhi oleh transmisi dari Transmitter ke Receiver
4. Receiver
Mengubah sinyal yang diterima menjadi data (Analog to Digital)
5. Destination
Menerima data yang akan masuk

Network
1. Point to point jarang digunakan dalam jaringan komunikasi
kerena peralatan yag digunakan terpisah terlalu jauh
Gabungan peralatan yang banyak akan memerlukan jumlah koneksi yang banyak pula
Solusinya adalah “Jaringan Komunikasi”
ex.local jaringan ke WAN

Jaringan komputer
Definisi Dasar : Dua atau lebih komputer yang saling terhubung sehingga dapat membagi data dan sumber-sumber peralatan lain .





Jaringan Wide Area Network
1. Keluasan area geografis
2. Melampaui hak-hak publik
3. Melanjutkan bagian dari rangkaian carrier yang umum dipakai
4. Teknologi-teknologi alternatif

Circuit Switching adalah jaringan simpul-simpul komunikasi yang secara fisik dirancang untuk melaksanakan pemindahan data dari satu simpul ke simpul yang lain hingga tujuan dicapai.
Pada teknik packet-switching data yang akan di-transfer dari satu stasiun lain yang jaraknya berjauhan “dibagi” menjadi beberapa paket dengan ukuran tetap dan terbatas, kemudian setiap paket diberi nomor dan alamat. Setiap paket data akan memilih jalurnya sendiri meuju stasiun tujuan, dengan demikian pada dasarnya beberapa stasiun bisa menggunakan saluran komunikasi yang sama sehingga biaya transmisi data bisa lebih murah

packet-switching yang menghubungkan perangkat-perangkat telekomunikasi pada satu Wide Area Network (WAN)

Frame relay

Asynchronous Transfer Mode (ATM) merupakan interface transfer paket yang efisien. ATM menggunakan paket-paket data yang berukuran tertentu yang disebut ‘cell”. Penggunaan cell ini menghasilkan skema yang efisien untuk pentransmisian pada jaringan berkecepatan tinggi.



Minggu, 07 Agustus 2011

Penjadualan at di linux


Penjadualan Tugas Melalui Linux Menggunakan atd

Bila kita bekerja sebagai sistem administrator, sering kali kita dihadapkan pada tugas-tugas rutin yang harus kita lakukan, sebenarnya tidak hanya seorang sistem administrator, namun sebagai orang awam yang ingin membuat sebuah jadwal melalui komputer, maka kita bisa menggunakan aplikasi penjadualan yang ada pada linux. Pada kesempatan kali ini aplikasi penjadualan yang akan dibahas adalah atd.

Fasilitas ini digunakan untuk menjalankan program-program non-interaktif yang kadang-kadang harus kita lakukan dan tidak terjadual secara rutin. Untuk penjadualan secara rutin biasanya kita menggunakan fasilitas lainnya dari linux yang disebut cron.

Mari memahami fasilitas at secara lebih detail melalui pengenalan bentuk-bentuk perintahnya.

Untuk memeriksa apakah fasilitas ini sudah berjalan atau belum, buka terminal dan lakukan perintah:
#service atd status
atau
#ps auxf | grep atd
atau
#/etc/init.d/atd status

Sekarang kita akan mencoba membuat penjadualan dengan at, ada beberapa format penjadualan at, berikut diantaranya:

=> format 1
#at (waktu tampil at-nya)
#at> (isikan perintah yg mau ditampilkan, misal: echo "Hula2" |wall)
#at> (ketikan CTRL + D bila perintah telah selesai dibuat, ini berfungsi untuk mengeksekusi semua perintah at yang telah dibuat)
contoh :
#at 13:34
#at> wall “Selamat Datang”
#at>(klik CTRL + D)
maka pesan Selamat Datang akan muncul pada pukul 13:34 di terminal.

=> format ke-2
#at now + (menit yang ke-? Akan ditampilkan dari sekarang) minutes
#at> (isikan perintah yg mau ditampilkan)
#at>(ketikan CTRL + D)
contoh :
#at now +1 minutes
#at> wall “Percobaan sukses”
#at>(ketikan CTRL + D)
maka pesan “Percobaan Sukses” akan tampil 1 menit dari waktu saat ini di terminal.
Untuk Format minutes dapat diganti dengan:
- hours, untuk jam
- days, untuk hari
- weeks, untuk minggu
- months, untuk bulan
- years, untuk tahun
- midnight, untuk tengah malam
- noon, untuk siang hari
- teatime, untuk sore hari hari jam 4

cara menggunakannya hanya tinggal mengganti syntax mniutes menjadi pilihan syntax yang ada di atas, sesuai kebutuhan penjadualan yang ingin kita buat.

=> format ke-3
#at -t YYYYMMDDhhmm
#at>(isikan perintah yg mau ditampilkan)
#at>(ketikan CTRL + D)
maksud dari YYYYMMDDhhmm adalah : Y untuk tahun, M untuk bulan, D untuk tanggal, h untuk jam, dan m untuk menit.

contoh :
#at -t 201108021354
#at> wall “Uuuuuh, panaaassss”
#at>(ketikan CTRL + D)
maka pesan “Uuuuuh, panaaassss” akan tampil pada tahun 2011 bulan 08 tanggal 02 pada pukul 13.54.

Oia, apabila kita ingin melihat daftar at yang kita buat, kita bisa ketikan at -l, atau atq. Sedangkan jika kita ingin menghapus daftar at yang kita buat, maka ketikan atrm pada terminal.

Sekarang, saya akan membuat sebuah penjadualan back up data. Dalam contoh kali ini saya akan mem-back up data dari /etc ke /opt. Kita akan menggunakan format ke-3, caranya adalah dengan mengisikan syntax:

#at -t 201108021409
#at> wall "Back Up start"
#at> cp -r /etc /opt
#at> tar -czvf /opt/backup.tar.gz /opt/etc
#at> rm -rf /opt/etc
#at> wall "Back Up finish"
#at> CTRL +D

maksud dari syntax di atas adalah, program back up data ini akan dilakukan pada tahun 2011 bulan 08 tanggal 02 pukul 14.09. Syntax wall “Back Up start” bertujuan untuk memunculkan pesan “Back Up Start” pada saat kita menjalankan program backup ini. Baris ke-3 bertujuan untuk meng-copy direktori /etc ke direktori /opt, syntax cp merupakan syntac untuk meng-copy-nya, tanpa syntax ini direktori /etc tidak akan bisa di copy ke direktori /opt, -r adalah option dari syntax cp yang digunakan untuk meng-copy direktori, jika kita ingin meng-copy file, tidak usah kita ketikan option -r, cukup dengan syntax cp.
Baris ke-4 bertujuan untuk meng-compress direktori /opt/etc dengan nama backup.tar.gz. Kemudian baris ke-5 berfungsi untuk menghapus direktori /opt/etc, karena direktori ini telah kita kompres menjadi backup.tar.gz, maksudnya adalah agar tidak ada dua direktori atau file yang sama di direktori /opt (tentu saja, karena direktori /opt/etc sudah di compress menjadi backup.tar.gz, pastinya direktori /opt/etc ada di dalam file backup.tar.gz, sehingga kita tidak perlu lagi direktori /opt/etc). Baris ke-6 bertujuan untuk memunculkan pesan “Back Up finish” ketika program telah selesai dilaksanakan.
Dan CTRL + D bertujuan untuk mengeksekusi perintah-perinath at yang tadi kita buat.

Sekarang, jika kita ingin membatasi akses user yang tidak bisa melakukan penjadualan menggunakan fasilitas at adalah dengan cara ketikan syntax di bawah ini pada terminal:

#vim /etc/at.deny
(masukan nama user yang tidak kita ijinkan untuk menggunakan fasilitas at)
lalu save dengan mengklik Esc dan ketik :(titik dua)wq
Kemudian masuklah sebagai user tersebut, dan gunakanlah program at. Jika tidak bisa, maka berarti kita telah berhasil melakukan pembatasan akses pada user yang tidak kita ijinkan menggunakan fasilitas at.


FB Comment

 
Design by Bani Sabili Z | Visit My Gubug Bili